Senin, 21 Agustus 2017
TERKUBURNYA SEBUAH RASA
Sebuah rasa harus segera kuhapus, mulai sejak dari ketikan kata pertama dari artikel ini. Rasa yang awalnya cukup meyakinkan, namun waktu ternyata membuatnya berubah. Mungkin kelak Saya harus memikul kecewa yang teramat dalam, namun itu bukanlah soal karena sejak hari itu rasa kecewa memang sudah mulai merasuk ke dalam jiwa yang terus berkelana tanpa tujuan. Maafkan Aku, mungkin kelak Aku juga akan membencimu melebihi rasa benci yang pernah tertoreh, yang tak mampu diukur oleh logika dalam bentuk apapun. Tapi kebencianku juga bukanlah soal, bukankah menurutmu inilah yang terbaik. Jadi secara perlahan Saya harus menarik diri dari kehidupanmu dan kembali ke titik nol di mana Saya tidak akan pernah mengenalmu. Inilah Aku... Yang harus menelan kekecewaan dari hal yang Kamu anggap baik. Semua rasa yang pernah ada, telah berlalu secara percuma menimbulkan keretakan pada hati yang telah hancur berkeping-keping dalam ombak-ombak kemunafikan. Terima kasih atas waktu yang berujung luka. Mungkin ini berlebihan, tetapi tak ada yang lebih menyakitkan dari ini. Terima kasih atas rindu yang pernah terucap, walaupun itu hanya sesaat dan juga berakhir pada luka. Saya berharap kelak dalam kewarasanmu, Kamu bisa melihat kembali ke belakang di mana ada waktu yang Kita lalui bersama. Tapi sudahlah... Bagiku tak ada lagi kata yang mampu mengungkapkan KECEWA DAN LUKA yang akan terkubur dalam hati ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar