Minggu, 23 April 2017

Yang Terbuang Dan Yang Terhempas

Minggu pagi yang dibarengi dengan hujan, seakan memberikan tanda bahwa langit ikut bermuram durja dan ikut merasa kehilangan akan sepenggal cerita dalam kisah yang terselubung oleh sebuah kenyataan pahit dalam tetesan-tetesan cinta yang terlarang. Sikap dan Posisimu telah membuatku TERBUANG dan TERHEMPAS dalam luka yang tak nampak ke permukaan. Mungkin karena Aku terlalu pandai untuk menyembunyikan luka ini, atau Kamu yang memang tidak menyadarinya. Sikapmu telah berhasil menghentikan langkahku, tapi tidak dengan rasaku. Sehingga hal inilah yang membuatku harus tenggelam ke dalam rasa yang baru, rasa yang sungguh menyakitkan. Andaikata Kamu menghentikan langkahku berbarengan dengan menghentikan rasaku pula, mungkin akan berbeda alur ceritanya. Tapi berada dalam posisiku yang tidak mampu untuk berjalan, sementara rasa terus tumbuh membuatku semakin terpuruk dalam luka-luka yang perihnya melebihi siksa api neraka. Aku telah menunjukkan salah satu bukti dari berjuta bukti yang kumiliki dalam mencintaimu. Iya... Bukti bahwa Aku telah menepis ego, hanya untuk memberikan kenyamanan dalam posisimu. Kamu memang cerdas, untuk membuatku bersikap dalam hal ini, tapi Kamu tidak terlalu cerdas dalam merasakan kesengsaraan berada dalam posisiku. Mungkin sekarang Kamu telah mendapatkan kembali kenyamanan yang telah kuusik selama ini. Itulah kesalahanku yang tak mampu kutepis oleh logika karena rasaku tumbuh bersama rotasi waktu yang juga merupakan takdir dari Sang Sutradara Kehidupan. Sampai detik ini, Aku masih mencoba mengumpulkan segala kekuatan untuk menjalani hari-hariku tanpa dirimu lagi. Kemarin merupakan kebahagian, semangat, harapan dan bahkan menjadi sebuah motivasi. Tapi sekarang, KEMARIN itu telah menjadi masa lalu. Yang apabila dikenang, hanya akan memunculkan seribu tetasan dari mata yang tak pernah mampu melihat keindahanmu lagi karena telah dibatasi oleh sikap dan posisimu. Semakin kumencoba untuk menghilangkan rasa ini, semakin membuatku mencintaimu lebih dalam lagi. Bahkan hujan yang turun saat ini pun, tak mampu menghapus jejakmu dalam kehidupanku. Karena memang hujan tidaklah serendah itu, yang tega menghilangkan titik kebahagian seseorang. Mungkin sekarang Kamu sudah bisa kembali menjalani kehidupanmu, tanpa beban akan hadirku sebagai pengusik yang menjadi noda dalam hidupmu. Biarkanlah angin menerbangkanku ke dalam muara luka yang semakin dalam karena sejak awal Aku telah dibuang dan dihempaskan oleh CINTA yang tak semestinya.

-hr-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar